8 Gadis Jadi Budak Sex. RN : Saya Disuruh Jadi Tukang Masak

POSTKOTAPONTIANAK.COM, PEKANBARU-RN (32), salah satu di antara 8 orang yang menjadi korban pada pasca perdagangan orang yang terjadi di Maredan yang dilakukan FS dan RM,  gadis asal Bandung ini mengakui ia hanya sebagai tukang masak di cafe milik FS dan RM di Maredan. Ia mengatakan, bahwa bekerja dicafe itu untuk menutupi hutangnya sebanyak Rp3.800.000.

Foto:tabekpuang
Foto:tabekpuang

“Ya, saya ada utang sama FS dan RM, untuk menebus itu saya disurunya bekerja dicafenya. tapi saya malah disuruh melayani laki-laki disitu,” Kata RN ketika di wawancarai Radar Indonesia News Riau, di Mapolresta Pekanbaru. Rabu (11/3).

Atas suruhan itu, RN menolak untuk melayani laki-laki tersebut. jadi ia memilih untuk bekerja sebagai memasak. diakuinya, ia pernah ditawar laki-laki dengan sejumlah uang, tetapi ia tidak mau. lanjut kata RN yang berlinang air mata karena masih trauma atas kejadian yang dialaminya.

Seblumnya, ia berangkat dari bandung ke maredan bersama adiknya, namun adiknya memilih untuk balik ke Bandung mencari pekerjaan lain.

“untung adik saya tidak ikut, kalau dia ikut mungkin akan disuruh sebagai melayani laki-laki,” tuturnya tertunduk dengan muka ditutup pakai masker.

diceritakan RN, sebelumnya ia juga pernah bekerja dicafe di Bandung sebagai pelayan mengantar makanan dan minuman. tetapi, kali ini ia merasa shok karena rekan-rekannya yang lain dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial alias PSK dicafe milik FS dan RM. ia menyebutkan, bahwa dirinya kaget ketika rekan-rekannya itu disuruh melayani tamu laki-laki.

“Saya kenal mereka selama dicafe saja, dan saya sudah tiga bulan bekerja dicafe tersebut,” sebutnya.

memang, RN selama ia bekerja digaji sebanyak Rp1.200.000 perbulannya.  namun, dari gajinya selama tiga bulan itu belum bisa menebus hutang tersebut.

Smenentara itu, Kapolresta Pekanbaru, Robert Haryanto mengungkapkan, bahwa korban diimingi dengan pekerjaan enak dan gaji yang memuaskan. akan tetapi, korban disuruh untuk bekerja sebagai PSK. lanjut kata Robert, kejadian ini diketahui dari pelapor dari korban yang berhasil melarikan diri.

” Korban melapor ke Polsek tenayan raya pada beberapa waktu lalu. kemudian polsek melakukan penangkapan yang bekrjasama dengan dengan Koramil pekanbaru dan Polresta memback up serta Dandim Pekanbaru,” ungkap Robert.

dikatakannya, dari keterangan saksi, korban dibiayai untuk datang ke cafe Maeredan tersebut. namun mereka malah diperlakukan sebagai melayani laki-laki.

lantas, tersangka dijerat pasal 2 dan 12 UU nomor 21 tahun 2007 tentang perdagangan manusia dan pasal 83 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp120 juta.

Namun sebagai informasi awal, dalam kasus perdagangan wanita tersebut, polisi menangkap dua tersangka. FS sebagai pengumpul korban dari sejumlah daerah di Jawa dan Sumatera dan RM selaku germo di Meredan, sekarang tersangka sudah duamankan. (sar/radar-indo)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *