Kades Sukarame Diduga Kuat Lindungi Pelaku Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur

GARUT, POSTKOTAPONTIANAK.COM-Belum usai isu perselingkuhan yang menjerat dirinya dengan Pria Idaman Lain (PIL), kini

Ilustrasi
Ilustrasi

kepala desa Sukarame di Kecamatan Caringin Kab Garut Jawa Barat, YS, diduga kuat ikut serta melindungi kasus pemerkosaan anak dbawah umur yang nota bene warganya sendiri.

Masyarakaat desa Sukarame termasuk dari Forum Masyarakat Perduli membenarkan atas isu keterlibatan kepala desa yang diduga kuat ikut serta melindungi pelaku pemerkosaan anak dibawah umur itu.

“ Kejadian pemerkosaan itu terkuat pada hari Jumat tanggal 18 September 2015 pukul 9.00 di bilangan Kp Cidomas. Saat itu M ( korban) mengirimkan SMS kepada kakaknya W. kemudian SMS itu di di perlihatkan kepada beberapa masyarakat sekitar. Akibat SMS itu beberapa warga mendatangi rumah korban M, dan didapati Y (pelaku ) setelah di intrograsi oleh masyarakat, pelaku mengakui perbuatan bejatnya,” kata beberapaa sumber yang mohon dirahasiakan namanya, Kamis (23/9/2015).

Sumber menambahkan, karena Y(pelaku) mengakui perbuatan bejatnya, maka Y sempat dihakimi masa yang kemudian oleh warga di bawa kekantor desa Sukarame setelah sebelumnya di bawa kerumah Ketua RT setmpat. Usut punya usut ternyata M (korban ) adalah anak tirinya Y (pelaku). Perbuatan bejat Y ternyata sudah dilakukannya sejak M berusia 11 tahun hingga kini sudah berusia 15 tahun. “ Bisa anda bayangkan Y sangat bejat moralnya karena yang di perkosa adalah anak tirinya sendiri,” urai sumber.

Sumber mengatakan, untuk keselamatan Y (pelaku) oleh aparat desa di serahkan kekantor Polisi Sektor Caringin setelah sebelumnya di interograsi dan mengakui perbuatannya di hadapan aparat desa. Tetapi kemudian kepala desa Sukarame YS, membuat surat pencabutan ke pihak kepolisian agar Y (pelaku ) dibebaskan dengan mengeluarkan surat permohonan pencabutan dengan tanda tangan sebagian warga dengan cara interpensi dan memaksa agar mau menandatangani dengan dalih menyelamatkan Y.

“ Kami sebagai warga yang awam akan hukum tiidak mengerti kok Bu Kades tiba tiba mencabut perkara itu meminta agar Y di bebaskan, padahal sebelumnya baik korban maupun ibu korban belum membuat Laporan Berita Acara Pemeriksaan (BAP ke Polisi ). Jika ibu kades tidak ingin dituding ikut terlibat melindungi dan menutupi aib warganya sendiri kenapa kasus a moral yang sudah dilakukan Y bertahun tahun kok malah di biarkan bukannya diproses secara hukum ,” kata warga.

Kami sebagai warga desa Sukarame, meminta kepada pihak terkait dan penegak hukum agar hokum ditegak kan se adil adilnya jangan ditutupi atau di peti eskan. Karena ini menyangkut moral masyarakat. Jika ini dibiarkan terus menerus maka masyarakat akan buta hukum selamanya.

“ Jujur saja warga memberi Worning tegas tapi bukan ancaman kepada pihak terkait jika kasus a moral ini di biarkan warga tidak bisa menjamin akan ada hal hal yang tidak di inginkan di masyarakat desa Sukarame,” tegas warga.

Ditempat terpisah Ketua Forum Masyarakat Perduli desa Sukarame Kosasih saat dimintai tanggapannya terkait kasus amoral yang menimpa warga Sukarame di kantor Sekretariatnya meminta kepada masyarakat agar jangan anarkis. Jika memaang apa yang di katakana Y dan sudah di akuinya di hadapan aparat desa, maka biarlah kita serahkan kepada penegak hukum yang berhak menanganinya.

“ Soal dugaan kepala desa ikut terlbat dan ada kesan melindungi pelaku, biarlah hukum yang akan membuktikannya. Intinya kami siap bekerjasama dengaan pihak manapun demi tegaknya hukum agar Desa Sukarame tetap kondusif seperti sedia kala,” demikian Kosasih

Sampai berita ini di susun, M (korban) dan Y (pelaku) belum bisa di konfirmasi dengan alasan keamanan. Begitu juga kepala desa Sukarame YS, yang diduga ikut melindungi pelaku pemerkosaan dibawaah umur belum bisa ditemui. Namun sejumlah elemen masyarakat menyayangkan atas tindakan YS selaku kepala desa Sukarame disinyalir ikut melindungi pelaku dengan dalih Y adalah Tim ses yang memenangkan dirinya saat perhelatan Pilkades beberapaa bulan lalu. (A.Naz)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *