20 Desa Di Kabupaten Sekadau Lakukan Pelatihan BUMDes Di Bandung

Belajar Manajemen Pengelolaan BUMDes

SEKADAU ! POSTKOTAPONTIANAK.COM -sebanyak 20-an Desa di Kabupaten Sekadau melakukan pelatihan untuk mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes, di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.

Hal disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Desa (BPMKBPM) Kabupaten Sekadau Bayu Dwi Harsono, pelatihan tersebut merupakan amanah dari UU.

“Sesuai Undnag-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa sudah diatur tentang Bumdes. Desa yang mengikuti sekitar pelatyihan ini ada sekitar 20-an dan itu sudah dipilih,”ungkapnya kepada SP, pada Senin (21/11).

Agenda yang dimulai pada 23 – 25 November 2016 nanti tepatnya di Desa Cibodas, dan peserta yang hadir adalah para kepala desa dan perangkat Bumdesnya, Bayu berharap.

“Setiap desa yang ada di Kabupaten Sekadau sebanyak 87 desa ada Bumdesnya. Saat ini yang ada Bumdes hanya 10-an desa saja maka harus ditingkatkan, saat ini desa yang sedang maju BUMDES nya adalah desa Kiungkang Kecamatan nanga taman karena mereka mengelola perkebunan milik desanya dan kita sangat apresiasi,”imbuhnya.

Tujuan dari pelatihan ini, kata Bayu, agar pihak desa yang mengikuti bisa belajar banyak tentang tata kelola dan manajemen dari Bumdes itu sehingga bisa diterapkan di desanya masing-masing sesuai kondisinya.

Misalnya seperti pengelolaan potensi air bersih, listrik, pertanian, parwisata, unit simpan pijam, dan masih banyak lainnya yang sangat berpotensi dijadikan Bumdes.

Jadi kedepan sesa tidak mengandalkan sepenuhnya pada ADD dan dana desa (DD) tetapi mampu menggali potensi asli desanya untuk menghasilkan pendapatan desa,”bebernya.

Sementara itu, Kades Perongkan Kecamatan Sekadau Hulu Heryono mengatakan, pergi ke Bandung tentu untuk belajar ilmu disana sehingga bisa diterapkan diwilayahnya.

“Kita berngkat ini ke bandung mengetahui manajemen Bumdesnya, karena mereka adalah wilayah maju dan sukses dari Sektor apa saja yang dikelola Bumdesnya.
Untuk di desa perongkan, kata Yon sapaan akrabnya, memang belum ada Bumdes, tetapi potensi di desanya sudah ia petakan dan akan dikelola oleh Bumdes.

“Untuk desa Perongkan kita akan kelola dibidang perkebunan yaitu seperti komoditi sawit dan karet. Karena 80 persen lahan di Desa kami adalah perkebunan dan warga juga banyak menjadi petani kebun,”ungkapnya.

Ia menilai, Bumdes jika dikelola dengan baik maka akan berdampak kepada kemajuan desa tersebut. “Jika kita kelola hasil bumi yang adi de desa untuk desa, lalu keuntungan buat desa, dan berdampak kepada kemajuan desa juga,”tukasnya.

Hal senada dengan Kades Meragun Kecamatan Nanga Taman Agustinus Suwandi mengatakan, banyak yang bisa dikelola setiap Bumdes, khusunya desa Meragun potensi besar dimiliki adalah potensi alamnya.

Di desa kami tempat wisata sangat banyak, tetapi hanya sedikit yang dijamah oleh pemda. seperti air terjun Sirin Punti, Sirin Paris, Sirin tingang, sirin pupuk, Sirin nibong plancar, Sirin tapang tujuh, Sirin kebobak, dan sumber Air PDAM Sekadau ada di Meragun. Itu yang akan direncanakan menjadi Bumdes, karena daerah Meragun adalah daerah perbukitan,”bebernya dengan semangat.

Dikatakannya, selain tempat wisata ia juga akan kembangkan di bidang pengelolaan Cabai, kolam ikan, dan keramba. Tetapi dalam hal ini ada juga kendalanya. “Seperti akses jalan dan PLN, sehingga potensi ini belum tergarap semua. Maka dari itu dengan adanya pelatihan ini bisa lebih dicerahkan tentang manajemen./(mus)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *