Riset DDoS Nexusguard Mengungkapkan Kenaikan Serangan 43 Persen di Wilayah Asia-Pasifik

Analis Memprediksi Serangan Dunia Maya (Cyberattack) Akan Terus Bertumbuh Seiring Ketegangan Seputar Olimpiade Musim Panas dan Sengketa Politik

HONG KONG – Media OutReach – 16 Agustus 2016 – Serangan distributed denial of service (DDoS) meningkat 43 persen menjadi lebih dari 34.000 serangan dalam kuartal kedua tahun ini, menurut  “Laporan Ancaman K2 2016 – Asia Pasifik” dari Nexusguard, pemimpin global dalam solusi keamanan DDoS, menganalisa jaringan perangkat yang rentan terhadap ancaman dunia maya baru melintasi antar negara dan organisasi. Perusahaan ini memindai data serangan untuk mencari tren dalam vektor, durasi, sumber, dan karakteristik lainnya untuk memberi informasi kepada organisasi di seluruh industri tentang metode yang terkini. Laporan triwulanan Nexusguard mempersenjatai profesional keamanan dengan informasi untuk membantu mereka melindungi jaringan mereka dengan baik.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa serangan NTP mendominasi 90 persen tipe serangan di kawasan Asia-Pasifik — perbedaan yang cukup besar dengan distribusi global, yang mengalami hanya 46 persen serangan NTP di seluruh dunia. Tim riset juga mencatat durasi serangan yang lebih panjang di APAC dibandingkan dengan insiden global, kemungkinan karena banyaknya alat serangan berbasis skrip dengan nilai durasi yang sudah ditentukan. Berdasarkan hal itu, analis Nexusguard menyarankan kalangan bisnis untuk mengamankan infrastruktur mereka dan memeriksa keamanan penyedia layanan guna memastikan kelangsungan kehadiran mereka di web.

“Kami memperkirakan terjadinya kenaikan tren dalam frekuensi serangan pada tahun ini, terutama dengan semakin banyaknya perhatian pada Olimpiade Musim Panas dan sengketa politik di kawasan APAC”, kata Terrence Gareau, kepala ilmuwan di Nexusguard. “Dan seiring dengan diluncurkannya Pokémon Go secara bertahap di seluruh pasar Asia, analis Nexusguard memperkirakan bahwa kelompok penyerang akan meluncurkan lebih banyak serangan publik. Aktivitas ini meningkatkan visibilitas dan penempatan layanan DDoS-for-hire, yang popularitasnya telah kami lihat dari durasi waktu yang konsisten selama kuartal ini.”

China terus menduduki posisinya di antara tiga besar negara target di APAC. Sebuah target di China terkena 41 kali secara terus menerus selama kurang lebih sebulan. Para peneliti Nexusguard mengaitkan serangan ini dengan malware yang telah di-host oleh target (berada dalam perangkat target) dalam dua tahun terakhir. Kenaikan terbesar teramati di Hong Kong, yang mencatatkan kenaikan 57 persen serangan. Para peretas tengah bereksperimen dengan metodologi serangan baru, dan dengan Olimpiade yang berlangsung di Brazil dan ketegangan politik di kawasan APAC, para peneliti Nexusguard memprediksi bahwa faktor-faktor ini akan turut menyebabkan terjadinya lonjakan DDoS pada kuartal ketiga, demikian press release ini disampaikan./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *