Tower Tanpa IMB di Desa Rasau Jaya Umum Disegel Dinas Cipta Karya

KUBU RAYA  ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Merujuk dari aksi protes beberapa warga Desa Rasau Jaya Umum Rt 32/Rw 02, Kecamatan Rasau Jaya, terhadap pembangunan tower milik PT. Dayamitra Telekomunikasi yang belum mengantongi ijin, mendapat tanggapan dari Dinas Cipta Karya dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kubu Raya,  Kalimantan Barat dengan melakukan penyegelan.

Terlihat beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kubu Raya, Memasang Plang Penyegelan Dibangunan Tower Tanpa Ijin. / foto : Hendri
Terlihat beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kubu Raya, Memasang Plang Penyegelan Dibangunan Tower Tanpa Ijin. / foto : Hendri

Sejatinya jika mengarah pada ketentuan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dalam Perda Nomor 02 tahun 2015 jelas ditetapkan dalam pasal 3 disebutkan bahwa setiap orang atau badan yang akan mendirikan bangunan di daerah wajib memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dijelaskan pula dalam pasal 20 bahwasanya setiap orang atau badan usaha yang mendirikan bangunan tanpa IMB atau IMB dicabut maka akan dipidana kurungan paling lama enam bulan atau denda sebanyak Rp. 50 juta.

“Yang jelas kita sudah menerima laporan dari masyarakat dan setelah kita lakukan pengecekan atas laporan tersebut, ternyata memang mereka tidak mengantongi ijin. Maka kita lakukan penyegelan dengan larangan untuk melanjutkan proses pembangunan, ” terang Muhtar selaku Seksi Pengendalian Pembangunan Dinas Cipta Karya Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (20/8/16), pada sejumlah wartawan.

Menurutnya, selain tidak mengantongi ijin yang dikeluarkan oleh instansi terkait, pembangunan tower yang mencapai tinggi 52 meter tersebut juga di duga mengantongi dokumen yang dipalsukan.

“Kita sudah mengupayakan menghubungi pihak yang menangani pembangunan ini, tetapi tidak ada itikat baik. Sedangkan untuk pengajuan ijin, sejauh ini kita dari Dinas Cipta Karya tidak ada menerima surat apapun, jadi jangan sembarangan untuk masang, atau mendirikan bangunan tanpa mengantongi ijin maka akan kita segel karena bertentangan dengan Perda, ” terang Mukhtar.

Sementara ditempat yang sama, Sudirman Hamdi, Perwakilan PT Dayamitra Telekomunikasi meminta plang penyegelan yang telah dipasang untuk diturunkan dan penyegelan dapat dilakukan pada hari senin (23/8/16) disaat jam kerja. Namun ketika ingin dikonfirmasi wartawan, dirinya justru menolak dengan alasan dirinya berhak untuk menolak. “Nanti jika mau wawancara bukan disini tempatnya, ” ucap Sudirman./* (Dev./hen)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *