Launching Program BPJS Komisi D Tak Dinformasikan

Komisi D DPRD Depok Merasa Kecewa Terhadap BPJS

lustrasi/ist
Ilustrasi/ist

DEPOK-POSTKOTAPONTIANAK.COM !! Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Depok, Hj Rezky mengungkapkan, bahwa dirinya merasa kecewa dengan pihak Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS), dimana pada saat melaunching program terkait naiknya iuran perserta BPJS pihak komisi D sama sekali tidak diberikan informasi padahal Komisi D adalah mitra dari BPJS tersebut.

“Kami sangat kecewa karena sama sekali kita tidak di berikan informasi apa-apa,sekarang begitu di demo masyarakat teriak mereka minta tolong ke kita,” ungkapnya kepada wartawan (1/4/2016), dikantornya.

Dia menjelaskan, bahwa memang keputusan Presiden rencan menaikan iuran Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS), tidak bisa ditentang. Namun itu menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Kota Depok, sebab masyarakat Kota Depok banyak yang tidak sanggup untuk melanjutkan menjadi peserta BPJS tersebut. Seperti yang dilakukan aksi massa DKR menolak kenaikan iuran BPJS baru-baru ini.

“Namun Hal itu, pihaknya tidak bisa menentang keputusan yang dibuat oleh Presiden dirinya hanya berharap ada kebijakan dari Pemerintah Pusat terkait peserta BPJS untuk kelas 3 agar iurannya tidak dinaikan. Bahkan pihaknya sudah berkonsultasi agar kenaikan ini dapat di tunda paling tidak sampai pelayanan di RSUD dapat maksimal,” jelas politis Partai Gerindra.

Rezky mengingatkan, bahwa ada pasein BPJS yang tidak mampu dan menunggak selama 1 tahun Rezky juga berharap Pemerintah dapat mengambil alih kepesertaan agar pasien yang benar-benar membutuhkan pengobatan dapat segera di atasi.

“Ini seharusnya tugas Pemerintah karena masyarakat sudah tidak mampu untuk melanjutkan membayar iuran jangan sampai ada jatuh korban,” imbuhnya.(Faldi)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *